Kalo ada yang pengin coba ini perincian paket hematnya:
1 perahu (seharian) : Rp. 400.000,00
1 orang guide (per trip) : Rp. 70.000,00
1 orang rescue (per trip) : Rp. 30.000,00
1 unit touring (per trip) : Rp. 40.000,00
Retribusi Pemda (per orang): Rp. 10.000,00
Ini tentunya di luar tiket masuk situ Cileunca :
1 orang : Rp. 2.500,00
1 motor : Rp. 1.500,00
Setelah pelatihan singkat (karena mayoritas belum pernah mencoba berarung jeram), akhirnya rombongan pertama yang terdiri dari Pak Haji Kokon, Fafdal, Novi dan Andi (karyasiswa gelap, hehehe) plus guide berangkat.
Rasa was-was menyelimuti di awal perjalanan di sungai yang kata guidenya punya grade di atas 3, namun setelah beberapa kali melakukan drop, justru rasa penasaran dan berharap-harap mana lagi "terjunan"nya. Perahu rombongan pertama yang sebenarnya tidak cukup mengakomodir "size"nya Aa' Adhal tetap melaju meski sempat beberapa kali tersangkut di batuan karena debit air di sungai yang kecil. Akan tetapi sepertinya "goyangan" pak Haji Kokon telah beberapa kali membuat perahu beringsut dari bebatuan sehingga perjalanan dapat dilanjutkan. Di akhir perjalanan kami sudah ditunggu mobil touring yang siap membawa kami kembali ke Situ Cileunca dimana rombongan kedua telah menanti.
Sengaja tidak menceritakan pengalaman yang baru kami alami agar rombongan kedua dapat lebih menikmati perjalanannya, tak menunggu lama kami pun segera ke toilet untuk mengganti pakaian yang basah karena cuaca sore disana sudah mulai terasa dingin.
Sengaja tidak menceritakan pengalaman yang baru kami alami agar rombongan kedua dapat lebih menikmati perjalanannya, tak menunggu lama kami pun segera ke toilet untuk mengganti pakaian yang basah karena cuaca sore disana sudah mulai terasa dingin.
Dengan pakaian kering kami menikmati bandrek dan mie kuah di warung di tepi Situ Cileunca, rombongan kedua sudah tak terlihat, pasti sedang asyik mencoba terjunan-terjunan sepanjang jalur arung jeram.
Cukup lama menanti akhirnya rombongan kedua tiba, mereka menggunakan perahu dengan ukuran yang lebih besar, karena jumlah yang lebih banyak. Rombongan kedua ini terdiri dari : Cahyo, Dito, Danwismai, Nurhidayat, Teddy dan lagi-lagi..Andi. Katanya sih perjalanan mereka juga seru dan yang jelas di akhir perjalanan perahu mereka sengaja dibuat terbalik oleh guide. Nah pada saat itulah Nurhidayat yang tidak siap malah terperangkap di bawah perahu yang terbalik dan "dunia pun gelap" ya iyalah...orang di bawah perahu! Ditarik oleh Andi, akhirnya Nur melihat kembali terangnya dunia...hahahha...Mas Nur..Mas Nur...ono-ono wae...
Cukup lama menanti akhirnya rombongan kedua tiba, mereka menggunakan perahu dengan ukuran yang lebih besar, karena jumlah yang lebih banyak. Rombongan kedua ini terdiri dari : Cahyo, Dito, Danwismai, Nurhidayat, Teddy dan lagi-lagi..Andi. Katanya sih perjalanan mereka juga seru dan yang jelas di akhir perjalanan perahu mereka sengaja dibuat terbalik oleh guide. Nah pada saat itulah Nurhidayat yang tidak siap malah terperangkap di bawah perahu yang terbalik dan "dunia pun gelap" ya iyalah...orang di bawah perahu! Ditarik oleh Andi, akhirnya Nur melihat kembali terangnya dunia...hahahha...Mas Nur..Mas Nur...ono-ono wae...
Setelah semua anggota rombongan menghangatkan diri dengan bandrek dan nasi goreng, ba'da shalat Maghrib kami pun meninggalkan Situ Cileunca menuju Bandung. Dengan mengantongi no hp. pengurus perahu, ada niat dari Pak Haji Kokon untuk mencoba rute jarak jauh di kemudian hari. Kita tunggu saja kabarnya, akankah ke Cisangkuy lagi atau ke Citarik, yang grade sungai untuk arung jeramnya 4.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar