Minggu, Desember 07, 2008

Touring MPSDA 2007 (Situ Cileunca)

Ini lho yang namanya Situ Cileunca

Situ Cileunca..itulah destinasi kami setelah sempat mampir ke PLTA Lamajan. Tujuan utama kami adalah mencoba tantangan untuk berarung jeram di anak Sungai Cisangkuy. Perhitungan sharing dana (selaku karyasiswa dg TB tersendat) sebelum berangkat dimentahkan oleh kenyataan yang ada di lapangan. Perkiraan bahwa 175ribu Rupiah untuk 1 perahu ternyata cuma berlaku untuk harga paket/orang untuk jarak dekat sedangkan untuk paket jarak jauh 325ribu/orangnya. Tapi kami tidak menyerah, walaupun sempat terlintas ide untuk mengalihkan kegiatan ke acara menginap semalam di tepi Situ Cileunca. Setelah rakor yang sesingkat-singkatnya akhirnya dicapai kesepakatan, arung jeram tetap harus dilaksanakan. Setelah lobby sana sini, didapat harga non paket yang sangat hemat dibanding paket yang disediakan.
Kalo ada yang pengin coba ini perincian paket hematnya:
1 perahu (seharian) : Rp. 400.000,00
1 orang guide (per trip) : Rp. 70.000,00
1 orang rescue (per trip) : Rp. 30.000,00
1 unit touring (per trip) : Rp. 40.000,00
Retribusi Pemda (per orang): Rp. 10.000,00
Ini tentunya di luar tiket masuk situ Cileunca :
1 orang : Rp. 2.500,00
1 motor : Rp. 1.500,00
Setelah pelatihan singkat (karena mayoritas belum pernah mencoba berarung jeram), akhirnya rombongan pertama yang terdiri dari Pak Haji Kokon, Fafdal, Novi dan Andi (karyasiswa gelap, hehehe) plus guide berangkat.

Rombongan pertama siap berangkat

Rasa was-was menyelimuti di awal perjalanan di sungai yang kata guidenya punya grade di atas 3, namun setelah beberapa kali melakukan drop, justru rasa penasaran dan berharap-harap mana lagi "terjunan"nya. Perahu rombongan pertama yang sebenarnya tidak cukup mengakomodir "size"nya Aa' Adhal tetap melaju meski sempat beberapa kali tersangkut di batuan karena debit air di sungai yang kecil. Akan tetapi sepertinya "goyangan" pak Haji Kokon telah beberapa kali membuat perahu beringsut dari bebatuan sehingga perjalanan dapat dilanjutkan. Di akhir perjalanan kami sudah ditunggu mobil touring yang siap membawa kami kembali ke Situ Cileunca dimana rombongan kedua telah menanti.
Sengaja tidak menceritakan pengalaman yang baru kami alami agar rombongan kedua dapat lebih menikmati perjalanannya, tak menunggu lama kami pun segera ke toilet untuk mengganti pakaian yang basah karena cuaca sore disana sudah mulai terasa dingin.

Rombongan kedua mulai meluncur

Dengan pakaian kering kami menikmati bandrek dan mie kuah di warung di tepi Situ Cileunca, rombongan kedua sudah tak terlihat, pasti sedang asyik mencoba terjunan-terjunan sepanjang jalur arung jeram.
Cukup lama menanti akhirnya rombongan kedua tiba, mereka menggunakan perahu dengan ukuran yang lebih besar, karena jumlah yang lebih banyak. Rombongan kedua ini terdiri dari : Cahyo, Dito, Danwismai, Nurhidayat, Teddy dan lagi-lagi..Andi. Katanya sih perjalanan mereka juga seru dan yang jelas di akhir perjalanan perahu mereka sengaja dibuat terbalik oleh guide. Nah pada saat itulah Nurhidayat yang tidak siap malah terperangkap di bawah perahu yang terbalik dan "dunia pun gelap" ya iyalah...orang di bawah perahu! Ditarik oleh Andi, akhirnya Nur melihat kembali terangnya dunia...hahahha...Mas Nur..Mas Nur...ono-ono wae...

Sunset di Situ Cileunca

Setelah semua anggota rombongan menghangatkan diri dengan bandrek dan nasi goreng, ba'da shalat Maghrib kami pun meninggalkan Situ Cileunca menuju Bandung. Dengan mengantongi no hp. pengurus perahu, ada niat dari Pak Haji Kokon untuk mencoba rute jarak jauh di kemudian hari. Kita tunggu saja kabarnya, akankah ke Cisangkuy lagi atau ke Citarik, yang grade sungai untuk arung jeramnya 4.

Selasa, Desember 02, 2008

Yok teman2 kita ramai2 ngerjain tesis


Rekan2 semua mari kita berlomba2 ngerjain tesis
biar maret sudah pulang kedaerah ?

Touring MPSDA 2007 (PLTA Lamajan)

Berkat ide Pak Haji Kokon yang cemerlang akhir nya sampai juga kita ke sesuatu tempat yang sebelumnya tak terlintas didalam benak. Walaupun dalam perjalanan sempat kita terpisah-pisah tapi akhirnya dapat juga kita melihat suatu bangunan tua yang bergaya eropa yang berfungsi sebagai pembangkit listrik sejak tahun 1925. Kalo dilihat lokasi yang jauh dari keramaian gak kebayang dech gimana dulunya mereka ngebuat tuch bangunan. Apalagi di jaman itu kan belum ada yang namanya GPS. Gimana nich teman2 kita harus semangat dong udah tahun 2008 kita belum membuktikan sesuatu kepada negeri ini. Semoga di kemudian hari kita juga dapat membuktikan kepada negeri ini bahwa kita dapat juga memberikan suatu yang terbaik.
Semoga KELUARGA MPSDA 2007 dapat kompak selalu

Foto-foto Field Trip




...ayo yang punya foto menarik silakan di upload ya ....

FIELD TRIP MPSDA (bag 2)



....Kami rombongan naik ferry kecil dengan nama Wavemaster 5, setelah pemeriksaan paspor di pelabuhan Batam maka kami menyebrang ke Singapura selama 1,5 jam. Sesampainya di Singapura oleh Mas Hasan (guide Batam) kami dijemput oleh kendaraan bis persiaran) dan didampingi oleh guide lokal bergerak dari pelabuhan menuju ke destinasi pertama yaitu Raffles Park, yaitu tempat secara history adalah pertama kali Inggris mendarat di Singapura. Setelah mengambil beberapa photo dan mengabadikan suasana sekitar maka kami pun berangkat ke tempat Simbol Singapura yaitu Merlion. Ada 2 patung Merlion yang terdapat di Singapore yaitu di daratan Singapore tepatnya diseberang Esplanade. Merlion disini merupakan yang sangat favorit didatangi, karena Merlion disini mengeluarkan air dari mulutnya dan lokasinya juga sangat strategis, sangat cocok sekali untuk Icon Singapore. Di lokasi ini juga sudah disediakan berupatempat atau square untuk mengabadikan dengan foto jika pernah ke negeri singa ini. Apalagi di seberangnya juga ada view dari Esplanade dan gedung-gedung pencakar langit lain.
Setelah rombongan menikmati keindahan suasana di sekitar Merlion maka perjalanan dilanjutkan ke China town. Kawasan China Town ini adalah surga belanja bagi Anda yang ingin membeli oleh2. Di sini seperti Glodoknya Singapura, terdapat barang2 China yang murah meriah. Mulai dari dompet, gantungan kunci, asbak, payung, kaos, tas semua ada disini. Harganya bervariasi, yang paling umum adalah 3 buah barang seharga $10 (3 for $10). Jangan membicarakan kualitas barang, karena disini yang penting adalah murah meriah ..Kami juga membeli barang-barang untuk kenang-kenangan bagi orang rumah...katanya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Sentosa, ya.. Sentosa adalah Dufannya Singapura, namun kami hanya mengunjungi Merlion versi besar dan juga Song of the Sea, Perpaduan antara music, gerak & tari, air mancur dan sinar laser. Setelah menikmati acara di Sentosa tujuan terakhir malam itu adalah ke hotel untuk beristirahat semalam di Bencoolen Hotel. Ya tak jauh dari situ teman-teman banyak yang menghabiskan waktu malam untuk berjalan-jalan di Orchard Road...puas deh.
Keesokan harinya kami juga diajak ke Mustafa Center, Mustafa Centre sebuah pusat belanja berbagai macam oleh-oleh bagi pelancong yang pergi ke Singapura. Pusat belanja ini sangat menarik, buka 24 jam nonstop. Dari salah satu pintu pengunjung bisa langsung menjumpai berbagai barang yang dijual berbagai merek jam tangan, barang elektronik, kaos, kemeja. Lokasi yang paling banyak diserbu pengunjung adalah rak yang menyediakan coklat, aneka suvenir, kaos dan handphone dalam bahasa melayu disebut telepon bimbit. Puas menghabiskan uang saku maka kami bergerak ke Malaysia dengan jalan darat...so apa selanjutnya yang terjadi di Malaysia..(bersambung)

Senin, Desember 01, 2008

PaRT 2 – IMPLEMENTASI KEBIJAKAN :
(mohon maaf Penulis sengaja mempergunakan bahasa gado2 :
Bahasa : hukum, sastra dan wartawan.
Hal ini semata-mata untuk mengurangi nuansa keseriusan
dan ketegangan Si Pembaca.

Sabtu pagi yang cerah……29 nopember 2008
Keheningan asrama PDSA, terusik ketika
Pak haji mengetuk pintu kamar saya untuk
mewujudkan angan yang begitu kuat terbersit
yang senantiasa menghantui
relung pikirku semenjak beberapa waktu yang lalu
(pasca survey groups work di cisangkuy).

Denyut kehidupan asrama di hari ini dimulai,
seiring beranjaknya rekan2 dari peraduan.

Dengan langkah gontai penuh kemalasan.
Si Fafdal dengan …langkah malas beranjak
Menuju kamar mandi di sudut asrama.
Sementara teman-teman telah siap untuk berangkat…….
Deru mesin motor mengiringi sepanjang
perjalanan kami menuju Cisangkuy.
Saat jam menunjukkan pukul 9.30 sampailah
Kita di lokasi kolam pengendapan milik
PDAM Kota Bandung…di Cikalong
Liat fotonya

Perlu dicatat sebagian besar kami belum sarapan
Saya yakin mungkin semuanya juga merasakan hal yang sama
Tapi agaknya CANGGUNG untuk mengeluarkan wacana.
Sampailah saat dimana rekan ditto menngeluarkan
statement bahwa perutnya terasa keroncongan………..
Lantas kita tinggalkan tempat tersebut
Untuk mencari warung……………….
Menapaki jalan yang menanjak dan berliku
Sampailah di warung lesehan bernuansa Sunda.
Dengan suasana yang begitu indah dan nyaman.
Dari warung kita bisa melihat petani yang
Sedang mengerjkan ladang. Sayang kaidah konservasi
Kurang mereka terapkan.
Bukit yang tak terkonservasi


Menanti ayam goreng hangat & nasi putih yang masih ngepul2

Dengan lahapnya teman2 menghabiskan
Menu yang dihidangkan…..
Sampai habis……………sampai bersih makanan
di piringnya sehingga aku pikir ga perlu dicuci lagi………………

Jam 10.30
Selanjutnya kita meluncur ke tempat yang
menarik yaitu PLTA Lamajan……………………
tempat ini begitu special mengingat bangunan ini
bernuansa jaman colonial…….
Memang begitu adanya PLTA ini dibangun pada tahun 1925.
Sampai sekarang masih beroperasi secara baik.















PLTA Lamajannya yang di belakang kita2 itu lho...



Iko indak ado di Ranah Minang Da..

Untuk dapat mencapai instalasi pembangkit
Kita meminta tolong petugas untuk menjalankan
Gondola, kendaraan yang mengantar kami menuju ke pembangkit.
Lajunya begitu malas merayapi rel.
Jalur yang dilalui cukup membuat adrenalin terpacu.
jantung berdenyut semakin kencang krn
jalurnya mengikuti lereng yg cukup curam.
Langkah anak-anak SD yang pulang menuju kampung
diseberang, mengetuk hati kami betapa perjuangan
mereka begitu keras dalam menuntut ilmu.
Rasa syukur terbersit di hati kami……..betapa
Kami yang selama ini juga menuntut ilmu
senantiasa merasakan kemudahan fasilitas.
Tibalah Kami di Pipa Pesat, titik berhenti gondola yang kami naiki.
Selama 30 menit kami berpose ria dan mengamati keindahan lokasi tsb.















Pipa Pesat (lihat dong beda headnya....)

Setelah dirasa cukup selanjutnya
kita melangkah menuju gondola yang sudah terparkir.
Kode lambaian tangan kita berikan ke operator di atas sana,
Perlahan Gondola yang bermuatan 9 orang
ditarik menuju ke atas Bukit…………..ajib…..
great moment in our lives.
Liat foto

The Next destination…
Jam 13.30 Tibalah kami di situ cileunca…….
Tak menyangka semakin sore mendekati jam 2
Kita menyaksikan kecantikan teteh BRI Majalaya
Ber- out bond ria……………….awas mas-NUR…..leher
anda ngilu…………..euy
Pemandangan pengisi waktu penantian rombongan pertama

dengan sedikit kesal krn harus menunggu agak lama,
perahu untuk rafting sedang dipersiapkan………
sembari kita berbincang dan melihat pemandangan yang ada.
Langit Situ Cileunca yang terlihat hitam muram
terselimuti mendung tipis
Johan in action...

To be continued...............
PaRT 1 - RUMUSAN KEBIJAKAN
Mengingat :
Selaras dengan benak pikiran bapak Haji kokon
yang juga sependapat untuk mewujudkan keinginan
untuk merealisasikan wacana untuk
ber- Rafting di S. Cisangkuy dan Situ cileunca.

Menimbang :
1.Bahwa untuk mengurangi kejenuhan pikiran
Rekan2 PSDA 2007 menyongsong tesis.
2.perlunya penyegaran jiwa dan pikiran.
3.Wisata sekaligus studi lapangan.

melalui proses sosialisasi yang cukup rumit
sehingga dikhawatirkan dapat mengarah ke nuansa yg kontraproduktif,

Maka dipandang perlu untuk segera melaksanakan kegiatan
Wisata ke situ cileunca + sungai cisangkuy.